Awak media saat melihat Lokasi penggalian Kolam

Bintan, MetroOne.co.id. Empat orang Oknum Polisi yang mengaku dari Polda Kepri bikin resah Pekerja dan Pemilik Pabrik Es, yang sedang melakukan aktivitas penggalian kolam untuk tempat penampungan air dilokasi Pabrik Es di Kalang Tua, Kelurahan Sei Enam, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, pada hari Sabtu 21 september 2019 kemaren.

Bukannya bertanya dan mengenalkan diri baik baik, kehadiran mereka justru seperti Preman mengancam dan mengintimidasi pekerja agar tidak melanjutkan penggalian kolam tersebut.

Bukan itu saja, mereka juga secara lantang menuduh pekerjaan yang dilakukan pekerja Pabrik Es dalam menggali tanah tersebut bukanlah mengali kolam melainkan telah melakukan aktivitas penambangan Bauksit.

“Hentikan penggalian ini,  kalian bukannya membuat kolam melainkan telah melakukan aktifitas penambangan Bauksit,” tuduhnya.

“Awas jika kalian masih melanjutkan pekerjaan ini, akan saya bawa kalian ke Polda Kepri,” sebut pemilik Pabrik Es, Tarmizi menirukan ucapan mereka.

Meski telah dijelaskan Tarmizi terkait aktivitas pekerjaan yang mereka lakukan bukanya menambang Bauksit melainkan membuat Kolam, namun keempat orang Oknum Polisi yang mengaku dari Polda Kepri ini tetap ngotot dan bersikeras menghentikan aktivitas pekerjaan tersebut.

“Ini bukan  menambang Bauksit pak, kami hanya melanjutan penggalian kolam sebelumnya untuk pelebaran sarana tempat penampungan air sebagai bahan baku untuk pembuatan Es Batu kami,” terang Pemilik Pabrik Es.

Sementara itu, menangapi kejadian ini, Camat Bintan Timur. yang kami Konfirmasi menjelaskan, terkait aktivitas pekerjaan penggalian kolam Pabrik Es di Kalang Tua, Kel Sei Enam sebelumnya pemerintah dan apaarat setempat sudah pernah turun kelokasi.

“Kami pernah menerima  laporan pengaduan dari salah seorang pengusaha ikan bernama Aseng terkait keberatanya terhadap pembuatan sumur kolam di lokasi Pabrik Es  milik pak Tarmizi tersebut,” kata Pak Camat.

Setelah kami terima dan menindaklanjuti laporan itu,  dengan melakukan koordinasi kami turun bersama sama kelapangan. Mulai dari  RT/ RW, Kelurahan, Kecamatan, DLH, Satpol PP dan Polsek setempat, tapi sayangnya Aseng sebagai pelapor enggan hadir saat itu.

Usai melakukan peninjauan dilokasi Pabrik Es tersebut, kami yang hadir sepakat menbolehkan pemilik Pabrik Es melakukan aktivitas pekerjaan penggalian kolam dilokasinya, untuk sarana tempat penampungan air sebagai bahan baku Es tersebut,” tutur Pak Camat.

Sementara itu, Pemilik Pabrik Es, Tarmizi. Kepada MetroOne.co.id. mengatakan, Kuat dugaan keempat orang Oknum Polisi yang mengaku dari Polda Kepri itu adalah orang suruhannya Aseng yang sengaja disuuruh untuk menakut nakuti dan mengancam pekerja kami agar tidak melanjutkan penggalian Kolam tersebut.

Kemudian, untuk mencari tau kebenaran tentang keempat orang Oknum Polisi yang mengaku dari Polda Kepri yang salah satunya dikatakan Pekerja Pabrik Es bernana Brigadir EKa. Media ini coba menanyakannya ke Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. S Erlangga.

Saat ditanyakan apakah ada  laporan dari anggota bapak terkait penghentian aktivitas pekerjaan pengalian kolam di Kijang (Bintan). Kabid Humas Polda Kepri, katakan. “Saya lagi raker di Jakarta, coba saya cek dulu infonya” ucap beliau melalui WA.

Sementara itu, dilokasi Pabrik Es para pekerja penggali Kolam belum berani melakukan aktivitasnya, karena takut akan ancaman keempat orang Oknum Polisi yang mengaku dari Polda Kepri tersebut.

Sampai berita ini dimuat, MetroOne.co.id. Masih menunggu Klarifikasi atas jawaban Kabid Humas Polda Kepri terkait ada tidaknya laporan dari anggotanya atas penghentian aktivitas Pengalian Kolam oleh empat Oknum Polisi yang mengaku dari Polda Kepri tersebut, Kamis (26/9/2019).

(Cek Kur)