Tanjunpinang, MetroOne.co.id. Mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, Lurah Senggarang, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Perangkat Kelurahan, RT dan RW mengajak  dan menghimbau masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan saat ingin bertani dan berkebun.

Walikota Tanjungpinang, H. syahrul Spd. Melalui Lurah Senggarang, Iman Satria S.sos, nengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dan bekerjasama dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat kelurahan, RT dan RW, melakukan sosialisasi larangan membakar hutan dan lahan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat Tanjungpinang, untuk tidak membakar hutan dan lahan saat ingin bertani dan berkebun, guna pencegahan agar tidak merugikan banyak orang,” sebut Walikota melalui Lurah Senggarang, Rabu (04/9/2019).

Tidak mudah mengubah cara yang sudah menjadi tradisi masyarakat bila hendak mulai bercocok tanam, yang selalu melakukan pembakaran lahan. Tetapi sedikit demi sedikit kami coba memberikan pengertian tentang akibat dan bahaya kebakaran itu,” tambah Iman Satria, Lurah Senggarang.

Selanjutnya, pemahaman dan pemberitahuan yang kami lakukan terhadap masyarakat adalah dengan menyambangi warga, Door to door sistem (DDS), sosialisasi dan pemasangan spanduk ditempat yang rawan kebakaran.

Hal ini kami lakukan dengan tujuan masyarakat bisa mengerti dan pahan akibat kebakan hutan ataupun lahan, dapat merugikan banyak orang dan ada sangsi hukumnya. Ungkap Lurah Senggarang mewakili.

Polsek Kota saat memasang Spanduk himbauan larangan membakar hutan dan lahan

Sementara itu, Kapolsek Kota, AKP Reza Anugrah A.P., S.H., S.I.K.  melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Senggarang, Bripka, Agus Sasmita mengatakan, “Permasalahan Karhubla saat ini menjadi atensi pihak kepolisian.

Kepolisian menilai, penting bagi kita untuk melakukan sosialisasi dan edukasi tentang larangan dan bahaya kebakaran hutan dan lahan kepada masyarakat. Bentuk dari sosialisasi itu kita lakukan dengan pemasangan spanduk-spanduk di titik strategis dan berpatroli secara rutin ke lokasi lokasi yang dianggap rawan,” sebut Kapolsek melalui Bhabinkamtibmas Senggarang.

Selain itu, tambah Kapolsek. Kelurahan Senggarang kerap kali menjadi langganan Kebakaran hutan dan lahan (Karhubla) setiap tahunnya, terutama pada musim kemarau. Sehingga potensi terjadinya kebakaran lahan cukup tinggi.

Bukan itu saja, lanjut Bripka Agus. Kapolsek Kota, AKP Reza Anugrah A.P., S.H., S.I.K. pun sudah memerintahkan kepada seluruh Bhabinkamtibmas yang ada di jajarannya untuk bekerja sama dengan aparat dan instansi lain mensosialisasikan bahaya dan ancaman hukuman bagi siapa saja yang kedapatan dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan, jelasnya.

Selain itu, tambah Bripka Agus. AKP Reza Anugrah A.P, S.H, S.I.K, jugs menegaskan. “Pelaku pembakar hutan dan lahan dapat di jerat dengan Pasal 108 Undang-undang Republik Indonesia nomor 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda setinggi-tingginya Rp. 10 miliar rupiah, ucap Agus.

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan karena dapat menyebabkan kerugian materil, korban nyawa dan gangguan kesehatan akibat asap kebakaran,” pungkasnya.

(Cek Kur)