Kolam ikan Warga yang rusak akibat pekerjaan Proyek jalan Lintas Timur yang tak ada saluran air

Bintan, MetroOne.co.id.
Pekerjaan proyek jalan Lintas Timur (Bintan), hingga saat ini masih mengundang berbagai masalah kepada warga, akibat dampak dari pekerjaan proyek pembukaan jalan sebelumnya, Sabtu (28/9/2019).

Hal ini bermula, ketika PU tidak membangun saluran air terlebih dahulu dalam rangka antisipasi banjir di musim hujan, sehingga merugikan warga yang tinggal dan berusaha diareal lokasi pekerjaan jalan Lintas Timur tersebut.

Satu diantara warga sekitar pembangunan jalan tersebut, Rita (38) tahun. Yang mengeluhkan permasalahan ini, mengatakan. Gara gara tidak dibangunnya saluran air oleh Dinas PU dirinya merugi hingga ratusan juta rupiah.

“Gara gara tidak dibuatnya saluran air oleh PU untuk mengantisipasi musim hujan, bukan hanya pagar pembatas tembok saya saja yang tumbang, ribuan ternak ikan saya pun mati dan puluhan tambak ikan saya juga rusak parah,” ucapnya.

Meskipun pemerintah punya itikad baik, pagar yang tumbang sudah diperbaiki, tapi tambak ikan peninggalan almarhum suami saya kapan lagi disiapkan. Sementara usaha ternak ikan itulah membantu saya mencukupi biaya sekolah anak anak,” sebut wanita paruh baya ini kepada MetroOne.co.id.

Selanjutnya, Gito (48) tahun. Dirinya juga menceritakan hal yang sama. Justru sebaliknya mereka hampir saja salahpaham dan menyalahkan Rita karena posisi tanahnya yang lebih tinggi, hingga mengakibatkan banjir ke kebun mereka.

“Sebelumnya hampir saja kami salahpaham dan menyalahkan Rita, akibat banjir yang melanda kebun kami. Tapi setelah melihat dilokasi tempat Rita pagarnya tumbang dan tambak ikannya tertimbun tanah, akhirnya kami tak jadi menegurnya,” terang Gito.

Selanjutnya, untuk mencari tau sampai dimana tindaklanjut permasalahan ini dan apakah ada ganti rugi yang akan diterima Ibu Rita terkait ratusan ikan ternaknya yang mati kami coba menghubungi kepala Proyek jalan Lintas Timur,  Edison melalui WA.

Dalam konfirmasi tersebut Edison sarankan agar menanyakan hal itu  ke PU, karena mereka yang tau dan mendesain pekerjaan itu. Dan untuk pengantian kerusakan pagar sebenarnya tidaklah ada anggaran, Itu hanya toleransi kami saja. Menurut kami alam lah yang menumbangkanya karena aliran air hanya lewat di lokasinya bukan kita sengaja menumbangkan,” ucapnya.

Sementara itu, sampai berita ini dimuat, Kepala PU Bintan belum lagi menjawab konfirmasi awak media kami melalui Hand phone.
Untuk menanyakan langsung ada tidaknya ganti rugi oleh PU atas kerusakan puluhan tambak dan matinya ratusan ikan ternak warga, akibat tidak di bangunanya saluran air oleh mereka.

(Cek Kur)