Poto Aprandi dan Palu hakim

Tanjungpinang, MetroOne.com  M. Apriandi, anak kandung dari Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul. Divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, terdakwa dijatuhi hukuman vonis 5 bulan penjara dengan masa percobaan 10 bulan, dan denda Rp. 24 juta dengan subsidair 1 bulan penjara, 

Dalam persidangan itu, Majelis hakim, Asep Sofiyan Sauri, Santonius Tambunan, dan Edward P Sihaloho menilai M. Apriandi, yang diajukan ke pengadilan karena didakwa melakukan politik uang pada Pemilu 2019 lalu, terbukti, dan hal tersebut sesuai dengan dakwaan Jaksa penuntut umum, Zaldi Akri SH.

Sebagaimana dakwaan tunggal Jaksa penuntut umum, M. Apriandi. Terbukti melanggar pasal 523 ayat (1) huruf J UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Junto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUH Pidana.

Selanjutnya, atas putusan itu, terdakwa, M. Apriandi dan Kuasa hukumnya, Sabri Hamdi SH. Menyatakan pikir-pikir dulu, demikian pula dengan jaksa penunutut Umum Zaldi Akri SH, Ia juga menyatakan pikir-pikir dulu, Senin (24/6/19).

Kemudian, untuk menyikapi keberatan tersebut, hakim ketua Acep Sofyan Sauri SH, memberi tempo waktu tiga hari kepada M. Aprinadi dan kuasa hukumnya, Begitu juga dengan Jaksa penuntut umum, Zaldi Akri SH.

Sementara itu, menanggapi vonis hakim dalam kasus M. Apriandi ini, MetroOne.co.id, coba mengkonfirmasi salah seorang mantan caleg yang ikut berkompetisi dipileg 2019 lalu. Dalam keterangannya, ini yang beliau katakan. 

“Sebenarnya jika saja Bawaslu ingin bekerja jujur dan adil tanpa pandang bulu, seperti pekerjaan yang dilakukan kepolisian dalam mengungkap sebuah kasus. Bukan saja M. Apriandi. yang tercokol dalam kasus politik uang, tapi kuat dugaan semua caleg yang terpilih khususnya di Kota Tanjungpinang pasti akan terciduk dalam hal yang sama,” sebut mantan caleg yang enggan sebutkan namanya itu.

Ia juga meminta pada penegak hukum, khususnya Kepolisian, kalau dapat janganlah berhenti pada kasus M. Apriandi ini saja. Demi tegaknya Keadilan dan Demokrasi, setelah ini ungkap dan cari taulah fakta fakta baru terkait kejahatan Rasuah jualbeli suara oleh celeg caleg di pileg 2019 lalu.

“Sesungguhnya, tambah beliau. Kepolisianlah yang mampu dan pantas menggungkap kasus kasus terkait tindakan rasuah jualbeli suara (Politik uang) yang telah merusak Demokrasi kita ini,” pungkasnya.

(Cek Kur)