Soal WNI Eks ISIS, Ali Mochtar: Tak Ada yang Boleh Mendesak Pemerintah

Ali Mochtar Ngabalin soal WNI Eks ISIS: Tak Boleh Ada yang Desak-Desak PemerintahTenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin.

MetroOne.CO.ID. JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengkaji matang mengenai masa depan Warga Negara Indonesia (WNI) eks ISIS di Suriah dan Pemerintah belum memutuskan apakah menolak atau akan memulangkan mereka.

Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, pemerintah saat ini sedang menyusun dua draft usulan terkait nasib mantan kombatan dan simpatisan ISIS tersebut. Dua draft itu diperkirakan rampung antara April atau Mei 2020.

Ali Ngabalin menuturkan, penyusunan draft tidak mudah. Pemerintah butuh waktu karena hal itu juga menyangkut pendataan sosok (profiling) para eks ISIS tersebut

“Jadi maksud saya, biar lah ini menjadi pembahasan tingkat pemerintah sehingga mohon maaf, tidak boleh ada orang yang desak-desak pemerintah untuk urusan ini. Nanti kalau mau dibahas ya dibahas, kalau tidak ya juga tidak apa-apa,” kata Ngabalin di Jakarta, Minggu (9/2/2020).

Dia menuturkan, profiling secara komprehensif butuh waktu yang tidak sebentar. Terlebih, keputusan mengenai nasib WNI eks ISIS ini juga berkaitan dengan keamanan nasional.

Terkait profiling, kata Ngabalin, Presiden Joko Widodo butuh data yang baik dan akurat. Ini penting karena data tersebut akan menjadi dokumen negara.

WNI eks ISIS menjadi polemik ketika Menteri Agama Fachrul Razi melontarkan wacana bahwa pemerintah akan memulangkan para anggota kelompok radikal pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi tersebut. Namun, pernyataan ini pun menuai penentangan dari sebagian kalangan.

Presiden Jokowi sebelumnya mengungkap ketidaksetujuan para eks ISIS itu kembali ke Tanah Air. Namun Jokowi menegaskan bahwa sikap itu belum menjadi keputusan pemerintah. Saat ini sedang dikaji plus dan minusnya terkait pemulangan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *