Balas Dendam, Iran Gempur Markas Militer AS di Irak

Balas Dendam, Iran Gempur Markas Militer AS di Irak

MetroOne.Co.Id. Balas dendam atas kematian Jenderal Qasem Soleimani, Markas militer AS di Irak, di gempur puluhan rudal Balistik Iran, Rabu (08/12/20) 

Gempuran itu menyasar ke arah dua pangkalan udara Militer AS di Irak. Sementara itu, Garda Revolusi Iran menyebut serangan ke Pangkalan Al-Asad adalah aksi pembalasan dendam.

dalam Twiter @ABC, Iran disebut telah meluncurkan beberapa rudal di fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Irak pada Rabu (08/01/20) pagi waktu setempat.

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) atas perintah Presiden AS Donald Trump. Telah melakukan serangan drone di Baghdad, Irak, pada Jumat (03/01). Akibat serangan tersebut, Komandan pasukan elite Iran, Jenderal Qasem Soleimani, tewas. 

Rangkaian serangan pertama berlangsung beberapa jam setelah pemakaman Jenderal Soleimani. Lalu dilanjut dengan Gempuran kedua ke Irbil sesaat setelah puluhan rudal menghantam Pangkalan Al- Asad, sebut Al Mayadeen TV.

Sebelumnya, Iran berjanji akan melakukan serangan. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan “akan ada serangan balasan terhadap penjahat” yang melakukan serangan,” pungkasnya.

Sementara itu di Gedung Putih Presiden Trump “memonitor” situasi.” Kami mengetahu laporan-laporan serangan pada fasilitas AS di Irak,” sebut juru bicara Gedung Putih, Stephanie Grisham. 

Selanjutnya, akibat dari serangan yang dilakukan Iran ke Markas militer AS di Irak, Setidaknya terdapat lima maskapai penerbangan besar telah mulai mengalihkan penerbangannya dari Iran.

Hal tersebut dilakukan setelah Iran meluncurkan puluhan rudalnya ke markas pasukan AS di Irak pada Selasa (07/01/2020).

Mengutip CNN, Singapore Airlines (SINGF) mengeluarkan pernyataan pada Rabu (08/01) bahwa penerbangan masuk dan keluar dari Eropa telah dialihkan dari ruang udara Iran.

Menurut keterangan tersebut, SINGF melakukan pengawasan terhadap situasi dan akan membuat penyesuaian rute penerbangannya jika diperlukan.

Kemudian, EVA Air milik Taiwan menyatakan bahwa mereka mulai menghindari penerbangan di atas Iran pada Rabu pagi waktu Taiwan untuk memastikan keamanan.

Sementara itu, Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA) mengeluarkan sebuah peringatan yang membatasi pesawat AS non militer untuk beroperasi di atas Irak, Iran, dan perairan Teluk Persia serta Teluk Oman.

Sebelum peringatan ini diberlakukan, FAA juga telah melarang pesawat AS untuk terbang di bawah ketinggian 26.000 kaki di atas Irak.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *