Poto Ismed Abdullah

Kepri, MetroOne.co.id, Setelah Ismed Abdullah, sudah dua kali Provinsi Kepri berganti Gubernur. Tapi kenyataannya tidak membawa perubahan apa apa bagi Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat.

Spontan Nama Mantan Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah. Dilirik dan digadang gadang masyarakat Kepri, kembali menjadi Gubernur di 2020 – 2025  mendatang, Rabu (19/7/2019).

Sebelumnya nama Ismed Abdullah memang pemiliyar dengan sebutan Bapak pembangunan provinsi Kepri, dan sampai kini masyarakat masih sangat mengharapkan kepemimpinannya.

” Jujur bukan saja Rakyat kecil, Pengusahapun ikut sejahtera dibuatnya. Kemampuan Ismed Abdullah dalam menata Perekonomian serta menata Pembangunan di Prov Kepri patut diacungkan jempol,” ungkap Ali Ketua Buruh Kapal di Rimba Jaya.

Dalam kesempatan yang sama, Ahwa. Mantan tokeh Kapal penggangkut ikan  juga mengatakan, Kami sangat  berharap pak Ismed Abdullah maju kembali menjadi Gubernur Kepri. Agar kami bisa terbantu bekerja kembali seperti dulu lagi.

“Kami sangat berharap agar pak Ismed Abdullah kembali maju mencalonkan dirinya sebagai Gubernur Provinsi Kepri, agar kami bisa sejahtera kembali bekerja seperti dulu,” sebut Ahwa tokeh Kapal penggangkut ikan.

Sementara itu, Ngah Sarip warga Tanjung Siambang. Kepada MetroOne.co.id, juga mengatakan. Sepengetahuan saye,  sepeninggalan Ismed Abdullah sebagai Gubernur Kepri. Tidak ade lagi Gubernur laen yang dapat memberikan perubahn bagi Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Kepri seperti yang ie lakukan.

” Semenjak Ismed Abdullah memerintah terbukti banyak kemajuan kemajuan yang dapat dilihat. Perekonomi Kepri membaik, Pengusaha maju, investor berdatangan dan masyarakat pun turot sejahtere,” ungkap ngah Sarip dan bahasa khas Melayunya.

Bukan saje pembangunan infrastruktur yang digesa olehnye, tapi meningkatkan  taraf hidop Rajyat Kepri pun menjadi prioritas utamanye.

“Semoga Tuhan membukakan pintu hatinye mau kembali mencalonkan diri sebagai  Gubernur Kepri, agar kami masyarakat kecil bise maju dan sejagtere seperti dulu lagi,” tutur ngah Sarip.

(Cek Kur)