Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Muara Enim, 22 Anggota DPRD Priode 2014 – 2019 Diperiksa KPK

Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Muara Enim, 22 Anggota DPRD Priode 2014 – 2019 Diperiksa KPK

MetroOne.co.id, Muara Enim (Sumsel). 22 anggota DPRD Muara Enim priode 2014-2019 diduga terlibat menerima aliran suap dari pemilik PT. Enra Sari, Robi Okta Fahlefi, Rabu (04/12/2019).

Bukti ini diperoleh, dari pernyataan pemilik PT Enra Sari, Robi Okta Fahlefi, selaku penyuap Ahmad Yani. yang menyebutkan ada 22 anggota DPRD Muara Enim yang menerima aliran suap.

Sebelumnya pada hari selasa  kemarin, KPK telah memeriksa 9 anggota DPRD Muara Enim periode 2014-2019. Mereka adalah Muhardi, Indra Gani, Subahan, Hendly Hadi, Faizal Anwar, Ahmad Fauzi, Verra Erika, Piardi dan Agus Firmansyah.

Hari ini, KPK kembali memeriksa 9 orang lainnya anggota DPRD Muara Enim Priode 2014-2019 yakni, Ishak Joharsyah, H Marsito, Mardalena, Samudera Kelana, Fitrianzah, Elsa Hariawan, Ari Yoca Setiadi, Ahmad Rep Kosuma dan Darain.

“Kesembilan orang tersebut, akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus  dugaan suap proyek jalan untuk tersangka Bupati Muara Enim nonaktif, Ahmad Yani,” sebut Jubir KPK Febri Diansyah.

Dalam pemeriksaan tersebut, tambah Febri, KPK akan mengusut dugaan aliran dana suap dari Ahmad Yani ke anggota DPRD Muara Enim.

Selain iti, Penyidik juga akan mendalami keterangan para saksi terkait dugaan aliran dana pada pihak lain baik di eksekutif ataupun legislatif di Kabupaten Muara Enim,” ucap Febri.

Aliran dana tersebut didalami sebab dalam dakwaan pemilik PT Enra Sari, Robi Okta Fahlefi, selaku penyuap Ahmad Yani, disebut 22 anggota DPRD Muara Enim menerima aliran suap,” tutup Febri.

Agus Chaniago/ Cek Kur

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *