Mayat Duma  saat ditemukan

Tambelan (Bintan)

Metro One.co.id, Mayat korban laka laut di Pulau Datok, Kalimantan Barat. Yang ditemukan warga pantai pasir merah Kec. Tambelan. Akhirnya di kuburkan, Jum’at (14/06/2019).

Penguburan jenazah itu, disaksikan langsung oleh Kapolsek Tambelan, Danramil, Sek Cam, Satpol PP, Istri korban serta keluarganya dari Pontianak Kalimatan Barat.

Guna memastikan identitas mayat tersebut, sesampainya dilokasi pengalian makam mayat itu langsung diperlihatkan kepada istri korban. Lalu ia membenarkan bahwa korban adalah suaminya yang bernama, Duma. Berasal dari desa Banjar Serasan Pontianak Timur.

Kapolsek Tambelan, Ipda Missyamsu Alson kepada Metro One.co.id mengatakan, menurut istri korban, kejadian ini bermula pada tgl 10 Mei 2019 sekitar pukul 06.00 Wib. Saat suami korban dan 4 orang rekannya sedang memancing ikan dengan menggunakan kapal pompong.

Kemudian saat dilaut kapal pompong yang mereka gunakan pecah disambar petir, sehinga mereka terlempar kelaut. 4 orang rekan si korban dapat diselamatkan oleh nelayan lain dalam kondisi luka bakar karena tersambar petir. sedangkan suami korban tenggelam dan tak dapat di temukan,” ucap Alson.

Kapolsek, Danramil Tambelan saat mengurus mayat  Duma

Selanjutnya, Tim SAR Pontianak melakukan pencarian selama beberapa hari. Tetapi si korban tetap saja tidak ditemukan, sehingga pencarianpun dihentikan.

Kemudian pada tanggal 30 Mei 2019 lanjut alson barulah istri si korban mendapat kabar bahwa mayat suaminya sudah ditemukan oleh seorang petani terdampar di pantai pasir merah kec. Tambelan dengan kondisi tubuh mulai dari pinggang sampai ke kepala sudah menjadi tengkorak,” ungkapnya.

Kapolsek Tambelan, Ipda Missyamsu Alson juga mengabarkan. Setelah penemuan mayat tersebut, langsung dilakukan pembersihan lalu dimandikan dan dikafani oleh ustaz untuk proses fardu kifayah menurut ajaran islam, kemudian mayat dibawa ke Tambelan untuk dikubur kan di TPU desa Batu Lepuk.

Meskipun cuaca exstrim dengan gelombang setinggi 5 sampai 7 meter saat membawa mayat, perjalanan dari pantai pasir merah sampai ke pelabuhan Sri Bentayan Tambelan tetap berjalan lancar.

Selanjutnya, si korban dibawa dari pelabuhan dengan menggunakan ambulan lalu kemudian disholatkan di musholla Batu Lepuk untuk di kebumikan,” tutup Alson.

(Pak Long)