Hilang 8 Bulan, Puing dan Jenazah Penumpang Heli MI-17 Ditemukan

Jumat, 14 Februari 2020 19:51 WIB

Sejumlah petugas berada di dekat pesawat helikopter B206L4 PKCDV milik PT. Carpediem Air rute Labuan Bajo-Lombok yang jatuh di luar pagar Bandara Internasional Lombok di Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu, 14 Juli 2019. Belum ada informasi resmi dugaan penyebab jatuhnya pesawat tersebut yang berangkat dari Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur dengan tujuan LIA. ANTARA/Basarnas NTB

Jakarta – Puing-puing heli MI-17 Penerbad No Reg HA 5138 yang hilang pada 28 Juni 2019 di Pegunungan Papua, akhirnya ditemukan. Pada Jumat, 14 Februari 2020 pukul 12.30 WIT, tim evakuasi berhasil menuju lokasi puing dan menemukan 12 jenazah.

“Tim evakuasi dari Yonif 751 Raider tiba di lokasi puing setelah berjalan mendaki selama kurang lebih lima jam dari base camp yang dirikan sejak kemarin,” ujar Wakapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi, dalam keterangan tertulis.

Sebelumnya, tim evakuasi lebih dulu diturunkan dengan menggunakan tali dari heli angkut personel di base camp. Puing sebenarnya lebih dulu ditemukan pada 10 Februari lalu di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang. Namun tim evakuasi tak bisa langsung ke sana karena sulitnya medan.

Danfem 172/PVY Kolonel Inf Binsar Sianipar mengatakan pihaknya menemukan 12 jenazah korban yang seluruhnya berada di sekitar lokasi kepingan body pesawat.

“Identitas sembilan jenazah bisa kita kenali dari pakaian dan atribut yang mereka kenakan, sedangkan tiga jenazah lagi masih diperlukan proses identifikasi lebih lanjut,” ujar Binsar.

Ia mengatakan untuk memastikannya, diperlukan proses identifikasi dari tim medis secara detail kepada 12 jenazah setelah berhasil dievakuasi.

Namun, menurut Binsar, evakuasi belum bisa dilaksanakan karena kondisi cuaca dan medan yang sangat ekstrem. Ia menyebut tim belum bisa melakukan evakuasi terhadap jenazah korban sore ini.

“Direncanakan besok proses evakuasi jenazah akan kita mulai. Tim akan membawa turun jenazah ke titik yang bisa dijangkau oleh heli kita. Untuk selanjutnya dievakuasi melalui udara,” kata Binsar.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *