Ini, Kata- Kata China. Sebelum Tinggalkan Laut Natuna

Ini ucapan China, Sebelum & Sesudah Kunjungan Presiden RI. Terkait Sengketa Laut Natuna

Penulis : M. Sukur/ Editor : Eris P

MetroOne.Co.Id. Nasional. Sikap pemerintah China mulai dari awal dan setelah kunjungan Presiden RI, Joko Widodo, terkait perairan Natuna. Banyak mengalami perubahan, Sabtu (11/01/2020).

Ini kata- kata yang dilontarkan China sebelum dan sesudah kunjungan Presiden RI, Joko Widodo ke Perairan Natuna.

  • Ucapan China sebelum kunjungan Presiden RI, Joko Widodo ke Peraiaran Natuna

Sebelumnya pada konferensi persnya, Kamis (02/01/2019), Geng Shuang (Juru Bicara Menteri Luar Negeri China) menegaskan, Pemerintah China mengklaim sudah mematuhi hukum internasional.

Bahkan Geng Shuang menegaskan, negaranya China berkepentingan di perairan Natuna tersebut.

Baca juga : Terpantau, Kapal- kapal China. Sudah Meninggalkan ZEE di Peraiaran Natuna

“Saya ingin menekankan bahwa posisi dan proposisi China mematuhi hukum internasional, termasuk UNCLOS (United Nations Convention for the Law of the Sea/ hukum laut internasional,” sebutnya.

Jadi apakah pihak Indonesia menerimanya atau tidak, tidak ada yang akan mengubah fakta objektif bahwa China memiliki hak dan kepentingan atas perairan Natuna yang relevan.

Apa yang disebut putusan arbitrase Laut China Selatan itu ilegal, batal berdasarkan hukum, dan kami telah lama menegaskan bahwa China tidak menerima atau mengakui hal itu,” ungkap Gheng Shuang.

Disini pihak China dengan tegas menentang negara, organisasi atau individu mana pun yang menggunakan putusan arbitrase yang tidak sah untuk merugikan kepentingan China,” tàmbahnya.

Kasus ini bermula kala kapal pencari ikan dan coast guard milik China berlayar di kawasan perairan Natuna yang berdasarkan Konvensi United Nations Convention on The Law of The Sea (UNCLOS) 1982 masuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Baca juga : Ini Tempat & Lokasi Kunjungan Presiden Bersama Rombongan, Selama di Kab Natuna 

  • Ucapan China setelah Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Perairan Natuna.

Menanggapi santun ketegangan yang terjadi di Laut Natuna dengan Indonesia, China mulai bereaksi lunak kepada Indonesia.

Akhirnya China menilai masalah ini hanya perlu diselesaikan dengan komunikasi, 

Juru Bicara Menteri Luar Negeri China, Geng Shuang, mengatakan China dan Indonesia telah berkomunikasi secara diplomatik terkait permasalahan ini.

“China dan Indonesia adalah mitra strategis yang komprehensif. Di antara kami, persahabatan dan kerja sama adalah arus utama, sementara perbedaan hanyalah bagian saja,” kata Geng Shuang, dikutip dari situs resmi Kementerian Luar Negeri China, Rabu (08/01/2020)

“Sebagai negara pesisir Laut Cina Selatan dan negara-negara besar di kawasan ini, China dan Indonesia memikul tugas penting untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional,” kata Geng Shuang.

Baca juga : Diapit Malaysia, Natuna Malah Bergabung ke Indonesia. Apa Sebabnya

Geng juga katakan, China selalu memandang hubungan bilateral dengan Indonesia dari perspektif strategis dan jangka panjang. Ia percaya Indonesia juga akan memiliki gambaran yang lebih besar tentang hubungan bilateral dan stabilitas regional.

Soal Natuna, China Klaim Tak Berselisih dengan Indonesia. Selain Impor 40% Ikan Beku, RI Juga Impor 49% Cumi dari China

“Saya ingin menekankan bahwa China dan Indonesia tidak memiliki perselisihan mengenai kedaulatan wilayah.

Kami memiliki klaim hak dan kepentingan maritim yang tumpang tindih di beberapa wilayah di Laut Cina Selatan,” kata Geng dalam keterangan pers regular, sebagaimana dilansir dari situs Kemlu China, Kamis (09/01)

Juru Bicara Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Geng Shuang mengatakan pihaknya memantau perkembangan di Natuna.

Menurut Gheng Shuang, China memiliki kedaulatan di wilayah Natuna. Meski demikian, ia mengaku ada perbedaan klaim di wilayah Laut China Selatan antara China dan Indonesia.

Terkait hal ini, Ia juga meminta Indonesia untuk tetap tenang, dan mengatakan pemerintah China sedang mengupayakan cara damai untuk membahas konflik ini dengan pemerintah RI.

Baca juga : Sejak Banyak Kapal Asing, Nelayan Natuna Takut Melaut

“Kami ingin menangani perbedaan kami dengan Indonesia dengan cara yang tepat dan menjunjung tinggi hubungan bilateral kami serta perdamaian dan stabilitas di kawasan ini.

Faktanya, kami telah melakukan kontak satu sama lain mengenai masalah ini melalui saluran diplomatik.” Pungkas Geng.

  • Selain China Pastikan Konflik Natuna Tak Pengaruhi Investasi

Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian, memastikan terkait permasalah di peràiram Natuna tidak ada pengaruhnya bagi investasi pihaknya China di Indonesia.

Baca juga : Memanas Dengan China di Laut Natuna Utara, Indonesia Siaga Tempur

Menurut, Xiao Qian. Permasalahan di Natuna bisa diselesaikan dengan arif dan bijaksana.

“China punya hubungan yang sangat baik di banyak area, tapi teman baik kadang punya perspektif yang berbeda. Kami bisa menyelesaikan masalah ini.

Kami memiliki komunikasi yang baik dan saya pikir masalah kami akan terselesaikan dengan baik,” ucapnya saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (08/01/20) dikutip dari Kompas.

Dia juga menjelaskan, perselisihan soal Natuna tidak akan memberi pengaruh kepada hubungan ekonomi kedua negara termasuk investasi China di Indonesia,” tutup Xiao Qian.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comments (1)

  1. Ping-balik: - Metro One