KPK Rampungkan Proses Penyidikan Kasus Dugaan Suap Walikota Medan Nonaktif, Dzulmi Edlin

KPK Rampungkan Proses Penyidikan Kasus Dugaan Suap Walikota Medan Nonaktif, Dzulmi Edlin

MetroOne.CO.ID. JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan proses penyidikan kasus dugaan suap Walikota Medan nonaktif Dzulmi Edlin.

Bahkan penyidik KPK hari ini telah melimpahkan berkas penyidikan kasus tersebut kepada Jaksa Penuntut Umum, Selasa (11/02)

“Penyidik hari ini melakukan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) kepada JPU untuk tersangka/terdakwa atas nama ZE (Dzulmi Eldin S) selaku Wali Kota Medan,” ucap Ali Fikri.

Baca juga : Polda Riau Tetapkan Wabup Bengkalis Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Proyek Pipa PDAM

Selain Dzulmi, tersangka lain yang diserahkan ke JPU adalah Syamsul Fitri Siregar. Ia merupakan Kepala Bagian Protokoler Pemkot Medan.

Sebanyak 102 saksi telah diperiksa untuk kedua tersangka itu. Menurut rencana, Dzulmi dan Syamsul disidang di PN Tipikor Medan,” ungkap Ali.

Dalam jangka waktu 14 hari kerja, JPU akan segera melimpahkan berkas perkara kasus dugaan suap Walikota Medan nonaktif Dzulmi Edlin ke PN Tipikor Medan

Baca juga : Korupsi Jual-Beli Jabatan, Romi Exs Ketua Umum PPP. Divonis 2 Tahun Penjara

Sebelumnya, KPK menetapkan Dzulmi Eldin menjadi tersangka atas kasus suap dari Isa Ansyari. Dzulmi diduga menerima suap Rp 380 juta sejak Ferbruari 2019.

Kasus Dzulmi ini bermula pada 06 Februari 2019, saat Dzulmi melantik Isa Ansyari menjadi Kepala Dinas PUPR Kota Medan.

Isa diduga telah merealisasikan permintaan uang senilai Rp 250 juta untuk menutupi ekses dana nonbudget perjalanan dinasnya ke Jepang.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *