Ketua “AAPI”, Bung Alfi saat menyerahkan berkas di BPKAD 
Kepulauan Riau.

Metro One.co.id. Ketua Aliansi Anak Perantau Indonesia (AAPI) Cinta NKRI, Bung Alfi Syahrin Arifin. Sebut, sikap Jiwa Besar Bobby Jayanto. Meminta maaf kepada masyarakat atas kesalahpahamannya terkait ucapan “Si Kulit Hitam” diacara keagamaan “Sembahyang Keselamatan Laut” di Plantar 2 kemaren, perlu didukung dan diapresiasi.

Karena sesungguhnya, beliau pun tak menyangka akan terjadi seperti ini. Jika saja dia rasis, dan suka membeda bedakan suku, ras maupun agama manalah mungkin dia diipilih masyarakat Kota Tanjungpinang sebagai wakilnya di Dprd Prov Kepri,” ungkap Bung Alfi Kepada media ini.

Menurut kami, Kesalahpahaman ini perlu kita luruskan, agar tidak berkembang menjadi opini negatif di masyarakat. Kami “AAPI” Cinta NKRI menggangap, kesalahpahaman yang diucapan Bobby Jayanto ini adalah suatu kesilapan yang tak patut dibesar besarkan. Meskipun Kita tau sesungguhnya, Bobby Jayanto bukanlah orang seperti itu.

“Marilah kita pandang Persoalan ini dari sisi positifnya. Jangan sampai kesalahpahaman ini dikembangkan menjadi  isu kegaduhan dan berujung saling lapor dan  menjatuhkan,” ucap Bung Alfi Syahrin Arifin.

Sebagai Anak bangsa yang Cinta NKRI, kami juga berharap kepada pihak pihak tertentu untuk menjaga keharmonisan Toleransi Persatuan dan Kesatuan di Kota Gurindam ini. Janganlah sengaja mencari kesempatan untuk memicu timbulnya perpecahan.

Untuk menjaga Keharmonisan Toleransi Persatuan dan kesatuan itu, masyarakat jangan sampai terpropokator. Mari kita jadikan hal ini, sebagai pembelajaran bersama untuk lebih mawas diri,” tutur Bung Alfi.

Foto Bobby Jayanto

Sementara itu, Bobby Jayanto saat dikonfirmasi Metro One.co.id nengatakan, “Saya menyesal atas semua yang terjadi. Karena dari kesalahpahaman ucapan saya, sudah bikin masyarakat resah.

Sesungguhnya, tambah Bobby. Tujuan dari pidato saya itu, hanya ingin mengajak masyarakat Tionghoa didaerah ini agar lebih bersatu dan bersama untuk membangun provinsi Kepri kedepan. Khususnya untuk kota Tanjungpinang.

“Tidak ada maksud lain dalam ucapan pidato saya itu, hanya saja saya mengajak masyarakat Tionghoa di Kota ini, Dapat bersatu untuk membangun serta memajukan Kota Tanjungpinang ini kedepan. Dan bukanlah utk menghina atau mengecilkan etnis atau ras lainnya, seperti yang didugakan kepada saya. Apalagi saat ini saya di percaya masyarakat Tanjungpinang sebagai wakilnya di DPRD prov. Kepri. Bagaimana mungkin saya bisa mencederai perasaan masyarakat yang telah memilih saya,” tuturnya.

Selanjutnya Bobby juga katakan. Dengan segala kerendahan hati, secara pribadi saya memohon maaf atas kesilapan dari ucapan saya.  Sehingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Hal ini tentu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi diri saya untuk lebih berhati hati lagi dalam bicara, Saya berjanji untuk tidak mengulanginya lagi,” Tutup Bobby.

(Pak Long)