Pem Pus Jangan Tidur, Tolong Pantau. Penangganan Kasus Perizinan Bauksit Dikejati Kepri

Pem Pus Jangan Tidur, Tolong Pantau. Penangganan Kasus Perizinan Bauksit Dikejati Kepri

MetroOne.Co.Id, Kepri. Kepala kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepri, Sudarwidadi. Yang baru saja menjabat, hari ini dalam keterangannya mengatakan, akan melanjutkan Kasus Penyalahgunaan Wewenang Izin Tambang Bauksit, yang merugikan Negara Rp 30 Miliyar.

  • “Masih terus berjalan kasus itu di Kejati.
  • “Masih dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” ucap kejati Kepri, (dikutip dr Tribunbatam.id).

Menjabat sebagai Kajati baru di Kepri, Sudarwidadi menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan kinerja dalam menegakkan hukum.

“Tetap kami meneruskan apa yang sudah dilakukan oleh Kajati yang lama, dan meningkatkan kinerja,” tegasnya.

Menyikapi apa yang disampaikan oleh Kajati Kepri yang Baru ini, banyak pihak yang menggaku Oftimis dengan kehadirannya sebagai Kepala Kejaksaan tinggi Kepri saat ini. Namun ada juga sebahagian yang Fesimis. 

Salah satu anggapan yang Fesimis dilontarkan, Salah seorang Tokoh Masyarakat Bintan, Azman (57 tahun) Kepada MetroOne Dia katakan.

Baca juga : Masyarakat Gerah, Kejati Kepri Lambat Tuntaskan Kasus kasus Korupsi

“Sebagai bahan masukan bagi Kepala Kejati Kepri yang baru, Kalau menurut pendapat saya, meskipun sudah berganti pimpinan, saya masih kurang yakin dngan penangganan Kasus ini oleh Kejati Kepri,” ujarnya.

Persoalanya penanganan Kasus ini sudah lama berproses, tapi tak kunjung tau siapa dalangnya. Selentingan kabar saya dengar pemeriksaannya hanya berputar- putar disitu- situ saja,”tambahnya.

Menurut Azman, sebodoh bodohnya kami masyarakat yang kurang mengerti hukum sebenarnya sudah banyak yang tau seperti apa kasus ini. menurut kami kasus ini Murni kesàlahan Pemimpin daerah, akibat dari kelalaianya Negara telah dirugikn.

“Masak Aktivitas Bauksit sudah berjalan cukup lama, Kok Kepala Pemerintah daerah tidak tau ada ijin yang  dipalsukan, aneh kan,” Ketusnya.

Kepada Pemerintah Pusat (Pem Pus) seperti Presiden, Kejaksaan Agung, Polri dan KPK. Kami masyarakat juga berharap, agar tidak tidur. Mohon di Pantau kinerjanya Kejati Kepri terkait Kasus Penyalahgunaan Wewenang Izin Tambang Bauksit yang sudah brproses cukup lama.

Baca juga : Komisi III DPR, Tantang Burhanuddin. Ungkap Dugaan Kasus Korupsi Rp. 1 Triliun di Internalnya.

Selama ini, kam Masyarakat Kepri, khususnya di Bintan. Dibuat seperti menonton drama Sinetron yang Efisodnya tak habis- habis buat di tonton meskipun Sutradaranya (Kajati) sudah berganti beberapa kali,” tuturnya.

Berbeda pula halnya dengan apa yang disampaikan oleh Ketua Lsm DPD Pemantau Penggunaan Keuangan Negara (P2KN) Kepri, Kennedy Sihombing.

Menurut dia, dengan hadirnya Pimpinan Kejati Kepri yang baru dia Optimis penanganan Kasus Penyalahgunaan Wewenang Izin Tambang Bauksit ini akan terang benderang sampai kedalang-dalangnya.

“Saya yakin Kejati yang baru pasti mampu menggungkap kasus ini sampai kedalang- dalangnya,” ucap Kennedy kepada MetroOne saat ditemui di kantornya dijalan raya Uban, Bt 10 Tanjungpinang, Kamis (16/01/20)

Sebelumnya, Presiden RI, Joko Widodo telah meminta Kepala Kejaksaan Agung, Burhanuddin. Untuk menindak tegas terhadap jaksa- jaksa yang nakal baik di Kejagung maupun di Kejati dan Kejari.

Baca juga : Kasus Korupsi Jiwasraya, Kejagung Tetapkan 5 Tersangka 

Menangapi hal tersebut, Kepala Kejaksaan Agung langsung bereaksi dan menuturkan.

“Pak Presiden memerintahkan saya. Tolong kalau ada jaksa yang nakal, dan kalau ada jaksa yang nakal, kemarin saya bilang, saya akan bina.

“Kalau tidak bisa dibina, akan saya binasakan. Itu yang saya katakan pada Presiden,” tutur Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jumat (15/11/2019) lalu.

Saat ini, kata Burhanuddin, pihaknya meminta waktu untuk mendata oknum jaksa yang nakal di lingkungan Kejagung, Kejati dan Kejari.

Baca juga : Dugaan Korupsi Pajak, Penyidik Kejari Tpi. Temukan Perbuatan Melawan Hukum

Terkait pola penindakan yang bakal dilakukan terhadap oknum jaksa-jaksa yg nakal, sebelumnya Burhanuddin masih merahasiakannya.

“Beri kesempatan pada kami, yang nakal akan saya lakukan setegas-tegasnya sesuai arahan Presiden, polanya ya rahasia, enggak akan dibuka,” ujar Burhanuddin.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengaku. Banyak mendengar penegak hukum baik yang berada di pusat maupun di daerah, telah memeras pejabat, korban kasus dan pelaku usaha.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu pun tak akan memberi toleransi kepada aparat penegak hukum yang kerjanya seperti itu, hingga menimbulkan Opini negatif dalam pemerintahannya.

Baca juga : Tanggapi Komentar Presiden, Jaksa Agung: Saya Akan Binasakan Jaksa-jaksa Nakal

“Kalau masih ada yang main-main, dan nakal. saya akan gigit sendiri. Lewat cara saya. Bisa lewat KPK, bisa lewat Polri, dan bisa lewat Kejaksaan. Nantinya akan saya bisikin saja, di sana ada yang main-main,” katanya, Rabu (13/11/20).

Kembali ke Kasus Penyalah-gunaan Wewenang Izin Tambang Bauksit, di kabarkan. Dari hasil penyidikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, saat ini, dugaan kerugian negara atas kasus penyalahgunaan wewenang jabatan yang dilakukan dua orang mantan Kepala Dinas di Pemprov Kepri  mencapai Rp 30 miliyar.

Hal itu disampaikan Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus)j Kejati Kepri Tety Syam beberapa waktu lalu.

“Dari dua alat bukti yang sudah lengkap. Atas perbuatan tersebut, negara mengalami kerugian Rp 30 miliar. Kasus ini pun terkait pemberian izin usaha pertambangan pada Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepri 2018-2019,” tuturnya.

Komentar

  1. […] Baca juga : Pem Pus Jangan Tidur, Tolong Pantau. Penangganan Kasus Perizinan Bauksit Dikejati Kepri […]

  2. […] Baca juga : Pem Pus Jangan Tidur, Tolong Pantau. Penangganan Kasus Perizinan Bauksit Dikejati Kepri […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *