Ir. H. Lamidi MM, Kepala Kesbangpol Prov Kepri

MetroOne.co.id, Kepri. Acara Cooffe morning yang katanya digagas oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) mendapat keritikan tajam dari ”Sebagian’ Pemilik serta organisasi media yang ada di daerah ini.

Pasalnya, acara Cooffe morning tersebut, diduga hanya untuk menghabis habiskan sisa uang anggaran saja. Sebab acara itu dilaksanakan terkesan tertutup, mendadak dan kurang sosialisasi antar sesama media sementara Kesbangpol skopnya adalah Provinsi yang semestinya  melibatkan semua pemilik dan organisasi media yang ada di Kepri ini.

Contoh buruk dari kegiatan Kesbangpol Kepri yang dikepalai Ir. Lamidi ini, bukan saja berdampak negatif bagi kepemimpinan Isdianto sebagai Plt Gubernur Kepri, akan tetapi telah mencoreng citra dan nama baik dari Kesbangpol itu sendiri.

Bagaimana mungkin, Kesbangpol Kepri yang selama ini dianggap sebagai wadah tempat bersandarnya setiap organisasi, lembaga, yayasan dan perhimpunan lain khususnya organisasi media. Terkesan tidak membina, justru diduga malah mengotak ngotakan sebahagian organisasi yang didalamnya tergabung banyak media.

Jika saja benar kesbangpol Kepri telah mengkotak kotakan sebagian media yang ada, dapat diduga Kesbangpol Kepri adalah dalang pemecah belah antara  sebahagian pemilik maupun organisasi media yang ada di Kepri ini. Meskipun banyak dari media itu sudah terperipikasi dewan Pers.

“Ada yang janggal disini,, bukannya Lamidi melalui Kesbangpol Kepri, mengajak dan nengundang seluruh pemilik maupun organisasi media di Kepri ini untuk mengikuti kegiatan dialog dalam menangkal kabar bohong (Hoax) atau Radikalisne. Justru malah terkesan menkotak kotakan  sebahagian media yang ada,” sebut salah seorang pemilik media enggan sebutkan nama kepada MetroOne.co.id.

Sebelumnya Kepala Kesbangpol Kepri, Lamidi katakan, “Secara kualitas dan kompetensi, media di Provinsi Kepri sudah sangat banyak, bahkan banyak pula yang lulus sertifikasi Dewan Pers. Hal itu alangkah baiknya jika kita bersama-sama memerangi hoaks dan mencegah ujaran kebencian serta menangkal radikalisme di masyarakat,” ucapnya.

Seruan dan himbauan Lamidi tersebut memang gampang diucapkan, tapi kenyataannya dilapangan, ucapan itu tidak sesuai dengan pelaksanaanya.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, rencananya ‘Sebagian’ Pemilik dan organisasi media yang ada, akan bersama sama menemui dan mendesak Plt Gubernur Kepri untuk mencopot posisi Lamidi sebagai Kepala Kesbangpol Kepri, karena dianggap tidak layak, oleh sebahagian pemilik dan organisasi media tersebut. Selasa (15/10/2019).

Sementara itu Plt Gubernur Kepri, Isdianto. kepada MetroOne.co.id sebelumnya menjelaskan, dirinya akan selalu memberikan ruang untuk berkonsultasi kepada teman teman Pemilik atau organisasi media yang ada dalam membahas persoalan yang menyangkut Prov Kepri,” terangnya.

(Cek Kur)