Tanya Peran 5 Tersangka Korupsi Jiwasraya, Kejagung: Kami Belum Bisa Beberkan

Poto. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Adi Toegarisman

MetroOne. Jakarta. Sementara ini, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan lima tersangka yang terkait dalam dugaan Kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya, kamis (16/01/2020).

Tapi sayangnya, saat ditanya peran 5 tersangka PT Jiwasraya. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Adi Toegarisman enggan merinci peran dari masing-masing tersangka dugaan korupsi di PT Asuransi milik BIMN tersebut.

Adi beralasan, hal tersebut masih belum bisa dibeberkan. Karena untuk menjaga kepentingan strategi penyidikan perkara ini.

“Saat ini, kami masih tahap penyidikan, untuk sementara kami tidak mungkin menjelaskan peran masing-masing tersangka. Dan Itu masih strategi,” kata Adi.

Baca juga : Jaksa Muda Pidana Umum Akui, Sulit Melaksanakan Hukumam Mati. Meski Sudah Ingkrah

Adi juga beralasan, perkara yang bersangkutan masih berjalan secara keseluruhan. Jika kami buka perannya, berarti kami akan menjelaskan rangkaian perbuatannya.

Dan Ini masih dalam penyidikan. Semua langkah hukum akan kami lakukan,” pungkas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus ini.

Dari lima orang tersangka, Adi juga menyebutkan, ada tiga orang tercatat pernah menjadi petinggi di PT Jiwasraya tersebut yakni.

Mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim, mantan Kepala Investasi dan Divisi Keuangan Jiwasraya Syahmirwan dan, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo.

Baca juga : Pem Pus Jangan Tidur, Tolong Pantau. Penangganan Kasus Perizinan Bauksit Dikejati Kepri

Sementara dua orang lainnya berasal dari pihak swasta yakni, Komisaris PT Hanson Tradisional, Benny Tjokrosaputro & Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

Kelima tersangka dijerat dengan pasal primer berupa Pasal 2 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi subsider Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Saat ini kelima tersangka, akan ditahan selama 20 hari ke depan di rumah tahanan berbeda. Benny Tjokrosaputro ditahan di Rutan KPK, Hendrisman di Rutan Guntir & Heru Hidayat di Rutan Kejagung

Sedangkan Hary Prasetyo dititipkan di Selatan dan Syahmirwan dititipkan diCipinang. Ini dipisah karena masih proses pemeriksaan. Ada beberapa pertimbangan untuk kepentingan pemeriksaan,” pungkasnya.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *