Said Aqil Siroj: Jika Masyarakat Terus Berkonflik, Jangan Harap Muncul Tokoh Besar di Negara Ini

Said Aqil Siroj: Jika Masyarakat Terus Berkonflik, Jangan Harap Muncul Tokoh Besar di Negara Ini
Sabtu, 08 Februari 2020, 16.00 Wib/ Kontributor: Johan/ Editor: Muhamad Sukur

MetroOne.CO.ID. JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Utama, Said Aqil Siroj bicara soal pentingnya menjaga kedamaian antar masyarakat saat membuka Simposium Nasional Islam Nusantara di Gedung PBNU, Sabtu (08/02/20).

Menurut Said, tokoh-tokoh besar itu akan bermunculan dari negara yang kondisinya aman dn dengan masyarakat yang tenteram dan damai,” ucap Ketum PBNU ini.

“Jangan harap akan muncul pemikir besar, tokoh besar, ulama besar dari masyarakat yang konflik setiap harinya dan bom meledak setiap saat, kalau begini keadaanya jangan diharap,” lanjut Said Aqil Siroj.

Baca juga : Jokowi : Kebebasan Pers dan Menyampaikan Pendapat, Adalah Pilar Demokrasi Yang Harus Dijaga

Said Aqil kemudian menyinggung juga konflik tak berkesudahan yang terjadi di Timur Tengah. Ia menyebut, negara-negara Timur Tengah kini sedang kebingungan untuk mengakhiri konflik itu.

Said Aqil menilai, konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah itu disebabkan karena mereka belum memahami pola pikir tentang penggabungan, agama, dan nasionalisme.

Sementara itu kita bersyukur Indonesia terlepas dari konflik perang saudara seperti itu. jika itu sempat terjadi di indonesia yang paling berpotensi menurutnya hal itu bisa terjadi pasca-Pemilu 2019 yang lalu.

Baca juga : Peringatan HPN 2020, Harap Kapolri. Pers Terus Menerus Perangi Penyebaran Berita Hoax 

“Hanpir saja perang saudara kita, bayangkan ternyata masyarakat Indonesia punya komitmen hubbul wathon minal iman,” kata Ketum PBNU ini.

Acara Simposium Nasional Islam Nusantara yang digelar dn dibuka oleh Said Aqil tujuanya adalah untuk mengembangan Islam Nusantara di ranah akademik.

Terutama dengan isu-isu yang berkaitan langsung dengan kehidupan manusia seperti kemiskinan, agraria dan pertanian, hingga perubahan iklim,” tutupnya.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *