Pengamat Politik Kepri, Rektor Stisipol Raja Haji Fisabilillah, Hendri Sanopaka, S.sos, Mpm.    

Kepri, MetroOne.co.id. Menyikapi Pro- Kontra Kasus yang menimpa Bobby Jayanto, Pengamat Politik Kepri, Rektor Stisipol Raja Haji Fisabilillah, Hendri Sanopaka, S.sos, Mpm. berpendapat, persoalan yang dihadapi oleh pak Bobby Jayanto dengan statusnya saat ini tentu ada mekanisme penyelesaian secara hukum yang terbaik.

Kita tentu menginginkan situasi Tanjungpinang khususnya tetap kondusif, dan citra positif kota kita ini yang selalu aman dan damai tetap terjaga. Memang dugaan rasisme yang dituduhkan kepada pak Bobby ada diatur didalam Undang-Undang yang menyangkut pada hukum publik karena dampaknya seperti yang kita saksikan bersama.

Tapi kita tidak sepenuhnya bisa mengandalkan penyelesaian secara hukum saja. Ada norma norma didalam masyarakat yang tidak tertulis juga bisa menjadi sebuah rujukan didalam penyelesaian masalah yang terjadi seperti ini,” sebut Rektor Stisipol RHF, Hendri Sanopaka, S.sos, Mpm. Saat di konfirmasi media ini. Selasa (27/8/2019).

Beliau juga katakan, disatu sisi kita sudah mendengar pernyataan maaf secara terbuka dari pak Bobby yang mengakui khilaf dan sebenarnya mungkin tidak punya tendensi untuk berbicara rasis. Dan tinggal di pihak publik atau sekelompok masyarakat yang merasa bahwa pernyataan itu belum cukup perlu adanya sikap berbesar hati, meskipun tentunya luka akibat bicara itu masih membekas.

Kita perlu menyadari bahwa hal-hal seperti ini bukan saja bisa terjadi pada situasi pak Bobby saja, tapi kota ini punya kerawanan kalau bicara soal rasis, namun selama ini semua itu dapat berjalan dengan baik dan harmoni,” ungkap Pengamat Politik muda ini pada MetroOne.co.id.

“Saya rasa sangat positif kalau ada pihak pihak yang mencoba menjadi jembatan penyelesaian masalah ini diluar dari mekanisme hukum seperti yang telah dilakukan oleh Polda Kepri. tetapi haruslah tetap mengedepankan etika dan kesantunan untuk kepentingan yang lebih besar lagi hal itu tentu akan lebih baik.

Dan rasanya mekanisme hukum tidak mesti hanya mekanisme norma hukum tertulis saja. Norma sosial juga penting dan bisa menjadi solusi penyelesaian masalah kasus Pak Bobby Jayanto tersebut,” tuturnya.

(Cek Kur)