Terlalu Percaya Pada Mahathir, Akhirnya Anwar Diingkari

Terlalu Percaya Pada Mahathir, Akhirnya Anwar Diingkari

Minggu, 22 Maret 2020, 18.00 wib/ Kontributor: Rafael/ Editor: M. Sukur

MetroOne.CO.ID. Malaysia – Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim mengaku terlalu percaya kepada Mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Mahathir Muhammad, meskipun akhirnya di dia diingkari olehnya.

Meskipun begitu, Pemimpin oposisi Malaysia ini tidaklah menyesal. Tapi Anwar menyanyangkan sifat Mahathir Muhammad yang tidak jujur dan tidak mengambarkan sosok usianya yang sudah tua untuk bertindak jujur dan amanah.

“Saya hanya manusia, saya menganggap orang pada nilai nominal dan saya pikir orang berubah dengan usia, dengan kebijaksanaannya. Tetapi saya tak selalu benar dan, dalam kasus, khusus ini, saya minta maaf, saya salah (terlalu percaya Mahathir),” kata Anwar dlm sebuah wawancara yang dikutip Straits Times, (22/03/2020)

Sebelumnya, Anwar Ibrahim telah brada di “bangku cadangan” selama hampir dua tahun, untuk menunggu Mahathir menunaikan janji kampanyenya. Ia berjanji akan menyerahkan jabatan perdana menteri itu kepada Anwar Ibrahim setelah Ia 2 tahun memerintah.

Namun sayangnya, setelah masa transisi tiba. Mahathir tak jujur dan menolak untk memenuhi komitmen yang pernah di ikrarkanya. Sehingga menimbulkn konflik antar sesama koalisi yang berkuasa di Parlemen antara  pendukung Mahathir dan Anwar, pada bulan lalu.

Pada awalnya konflik antara Anwar dan Mahathir memang telah terjadi sejak tahun 1990 an, ketika Anwar masih menjabat sebagai Wakil Mahathir. Kala itu, Anwar sempat digadang-gadang sebagai sosok yang paling potensial untuk menggantikan Mahathir.

Akan tetapi, Mahathir menyingkirkan Anwar pada thn 1998 dan kemudian mnyebabkan suami Wan Azizah Wan Ismaik itu menghabiskan masa enam tahun di dalam penjara atas dakwaan karena pnyalahgunaan kekuasaan dan juga kasus sodomi.

Anwar menuturkan, saat Mahathir mengunjunginya dipenjara dan di gedung pngadilan menjelang pemilu 2018, Mahathir tampak ckup tulus. Mahathir memintanya untuk bekerja sama dn membuat janji scara pribadi didepan umum, hingga menndatangani dokumen.

Lalu. usai Pemilu 2018, Keduanya berhasil mnggulingkan kekuasaan mantan Perdana Menteri Najib Razak. Kemudian Anwar selanjutnya menerima grasi kerajaan dan dibebaskan dari penjara.

Dihadapan Rakyat Malaysia Anwar katakan, dirinya kini berencana akan melanjutkan perjuangan dan fokus pada masalah penderitaan rakyat.

“Dihadapan semue Rakyat Malaysia saye katekan bahwa, saye akn fokus melanjutkan perjuangan pada masalah penderitaan yang dihadapi rakyat,” pungkas Anwar.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *