Tunda Bayar Restribusi, PT. Elang Nekad Lakukan Penimbunan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang, Yuswandi menyebutkan, Perumahan PT Elang, sudah kantongi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Namun ijin penimbunan dilokasi tersebut, pengurusannya belum lagi selesai. Hal tersebut di karenakan, PT Elang masih menunda membayar Restribusi atas penimbunan yang akan dilakukan.

Saat Yuswandi Kepala DLH ditanyai MetroOne.co.id. apakah Penimbunan yang dilakukan PT Elang sebelum membayar pajak ini di bolehkan. Yuswandi menjawab, “tunda bayar itu biasa dalam mekanisme mengurus ijin timbun, akan tetapi penimbunan yang akan dilakukan haruslah membayar Restribusi dahulu baru dikerjakan, tidak nekad seperti yang dilakukan  PT Elang,” terangnya.

Yuswandi juga mengatakan, Terkait ijin timbun yang kami keluarkan untuk lokasi perumahan PT Elang, pihak PUPR menyampaikan Lokasi perumahan PT Elang tersebut adalah wilayah Kuning dimana area tersebut dinyatakan wilayah perumahan hingga memungkinkan untuk kami mengeluarkan ijin.

Kepala DLH bersama Ketua dan Sekres Lsm P2KN

Selainitu, terkait penimbunan tersebut sudah ada tatacara dan mekanismenya bagi pengembang. Untuk penimbunan areal mangrove dan sungai, aturan mainnya juga jelas. Jika pihak pengembang melanggar aturan yang ada, pihak DLH hanya bisa menegur saja, sedangkan untuk tindakan tegas dan eksekusinya itu adalah wewenangnya Satpol PP,” sebutnya.

Sementara Masyarakat rasakan, ada yang aneh terkait pengajuan kepengurusan kepemilikan surat tanah PT  Elang di lokasi tersebut. Selama ini bertaun tahun jika Masyarakat yang mengurus surat dilokasi yang sama, pihak pemerintah selalu menolak tidak berani menerbitkan surat di lokasi tersebut karna itu adalah lokasi kawasan hutan mangrove.

Sekarang baru baru ini ketika PT Elang ingin membangun perumahan di lokasi tersebut kok pihak  penerintah bisa nenerbitkan suratnya menjadi kepemilikan PT Elang bahkan sudah mendirikan  bangunan inilah lagi,” keluh warga melalui Kennedy Sihombing.

(Cek Kur)