Ungkap Kasus Suap PAW Caleg PDI- P, Leci Pinta KPK. Usut Keterlibatan Komisioner KPU Lainnya

Ungkap Kasus Suap PAW Caleg PDI- P, Leci Pinta KPK. Usut Keterlibatan Komisioner KPU Lainnya

Kontributor Jakarta: Johan/ Edutor : Eni Kurniati

MetroOne.Co.Id, Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di desak ungkap Dalang dan Cs tersangka suap Komisioner KPU, Wahyu Setiawan dalam perkara kasus suap Pengantian Antar Waktu (PAW) Caleg PDI-P.

Dikutip dari Kompas, direktur Legal Culture Institute (Leci), M Rizqi Azmi, mengatakan KPK perlu melakukan investigasi mendalam terkait keterlibatan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) lainnya.

“Kami menyesalkan struktur KPU yang ikut bermain dalam kasus suap PAW dan menjadi catatan terburuk di awal tahun terkait proses demokrasi di indonesia.

Oleh karena itu kami meminta harus diadakan investigasi mendalam terkait keterlibatan komisioner KPU lainnya,” ujar Rizqi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/01/2020). 

Baca juga : Kasus Suap Komisioner KPU Seret PDIP dan Kedekatan Megawati-Firl  

Rizqi menilai, keterlibatan mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan tidak berdiri sendiri dalam kasus ini. Kita menduga pasti ada komisionir- komisionir lain yang menjadi Cs nya.

Terlebih, tugas dan wewenang KPU sebagai penyelenggara pemilu bersifat kolektif kolegial,” ungkap Rizqi.

Rizqi pun meminta agar KPU mau menjelaskan kasus PAW ini secara jelas untuk menjawab kekecewaan publik.

“Jangan sampai mendegradasi demokrasi langsung, dan jangan pula persoalan ini menjadi alasan DPR mengubah kembali menjadi demokrasi tidak langsung,” tutur Rizqi tegas.

Baca juga : Komisioner KPU: Penyelengara Ad hoc, Harus Mereka yang Sehat dan Mampu Fisik

Lebih lanjut, Rizqi meminta KPK melakukan penyelidikan dan penyidikan secara mendalam terkait keterlibatan DPP PDI-Pdalam kasus ini.

Sebab, kata Rizqi, dalam instruksi PAW, koordinasi dengan pimpinan DPP sangat signifikan.

Berdasarkan penelitian LeCI tentang peran partai dalam korupsi, terlihat jelas alur komando dari pimpinan partai terhadap perintah yang menyebabkan lahirnya KKN.

“Alur Scientific revolution of Corruptionmenyebutkan peranan kelompok terhadap timbulnya indikasi korupsi berada pada urutan kedua setelah personal power.

Ini merupakan momen penting bagi KPK untuk memberikan pesan anti korupsi yang sebelum perhelatan pilkada 2020,” tutup Rizqi.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *